Kategori Carrier Oils

Pasti banyak dari kalian yang sudah pernah mendengar apa itu carrier oil.

Carrier oil, dalam Bahasa indonesia adalah minyak pembawa ini adalah minyak yang berasal dari minyak nabati yang diekstrak dengan cara menghancurkan tanaman asalnya.

Karena sifat minyak esensial itu memiliki konsentrasi kuat, hal itu menjadikan minyak esensial cukup berbahaya jika langsung dioleskan ke kulit.

Maka dari itu, carrier oil to the rescue, di mana berfungsi sebagai meminimalkan risiko alergi pada kulit jika pakai minyak esensial yang terlalu kuat.

Kalau minyak esensial sebutan lainnya adalah volatile oil atau minyak yang mudah menguap, kalau minyak pembawa ini disebut minyak tetap karena tidak cepat menguap dan melekat pada kulit.

Minyak pembawa ini juga disebut sebagai minyak sayur, walau tidak semua berasal dari sayuran, karena juga didapatkan dari biji dan kacang-kacangan.

Penting sekali untuk mengetahui kategori dari si minyak pembawa ini ya.

Dilihat dari kepadatannya, kategori minyak pembawa ada dua, yaitu hard oil dan soft oil.

Hard oil itu bentuk fisiknya berubah menjadi padat pada suhu kamar, jadi untuk menggunakannya harus dipanaskan dulu supaya jadi cairan. Contohnya minyak kelapa.

Soft oil memiliki bentuk fisik tetap cair pada suhu kamar. Minyak ini berfungsi sebagai penambah gizi dan melembabkan. Contohnya minyak zaitun dan minyak almond.

Dilihat pada kategori dari mana minyak nabati ini didapatkan adalah seperti ini:

Minyak pembawa yang berasal dari kacang biasanya:
– Memiliki kandungan yang mampu melembutkan dan menenangkan untuk kulit sensitive, kulit kering dan kulit yang meradang.
– Baik digunakan sebagai masker perawatan wajah yang berjerawat.
– Merangsang sirkulasi kulit.
– Sebagai antiinflamasi dan mempercepat penyembuhan luka. DAN
– Mempertahankan kekencangan dan elastisitas kulit.
Jika ingin mendapatkan manfaat seperti itu, silakan menggunakan minyak almond, minyak hazelnut dan minyak macadamia.
Tapi hati-hati bagi kalian yang alergi terhadap kacang yah.

Minyak pembawa yang berasal dari biji biasanya:
– Membantu meremajakan kulit supaya awet muda.
– Memperbaiki kulit yang rusak akibat terlalu kering.
– Mampu meredakan gatal dan ketidaknyaman dikarenakan luka bakar.
– Dan bisa menyamarkan bekas luka.
Manfaat tadi bisa didapatkan dari minyak jojoba, rosehip oil, grapeseed oil, carrot seed oil (atau minyak biji wortel) minyak wijen dan minyak sunflower.

Minyak pembawa yang berasal dari buah biasanya:
– Bertekstur ringan dan melembabkan tanpa meninggalkan bekas di kulit.
– Baik untuk mengurangi tanda-tanda penuaan.
– Cocok untuk kulit sensitif. JUGA
– Mampu membersihkan dan melembutkan.
Manfaat ini didapatkan dari minyak alpukat, minyak zaitun, minyak apricot dan minyak kelapa.

Minyak pembawa yang dari asam lemak atau fatty acid oils biasanya:
– Menghidrasi kulit dan menenangkan kulit yang gatal, kering dan meradang.
– Antiinflamasi, antibakteri, antijamur, dan antiseptic. DAN mampu
– Menyeimbangkan kadar minyak di kulit.
Minyak argan dan minyak calendula termasuk ke dalam kategori ini.

Sedangkan kategori kecepatan penyerapannya, ada 3 jenis, yaitu:

Kategori minyak yang cepat menyerap seperti grapeseed oil, minyak apricot, rosehip oil dan minyak hazelnut memiliki kandungan tinggi lemak tak jenuh ganda, cepat diserap kulit namun tetap meninggalkan hasil yang halus dan lembut sehingga kulit jadi jauh lebih lembab.

Kategori minyak dengan kecepatan menyerap yang sedang seperti minyak argan dan minyak jojoba.

Kategori minyak yang lambat menyerap akan meninggalkan sedikit residu minyak di kulit, seperti minyak kelapa, minyak zaitun, minyak almond dan minyak sunflower.

Kalau sudah mengetahui kategori minyak pembawa yang benar, sekarang tinggal kamu menyesuaikan minyak esensial mana yang ingin kamu pakai, supaya hasilnya jauh lebih maksimal.

Artikel Lainnya